Travel

Pengalaman Terpisah Rombongan dan Tersesat di Area Masjid Nabawi

By on 27 March 2018

Angin dingin malam itu menyeruak menusuk kulit
Bintang gemintang di langit Nabawi tak henti-hentinya bertasbih memujiNya
Menara-menara tinggi nan megah itu menjulang menembus batas langit
Rasa di dada membuncah takjub dan syukur yang tak terhingga

Malam itu rasanya seperti mimpi bisa menginjakkan kaki di salah satu masjid bersejarah dan menjadi kebanggaan umat muslim dunia, Masjid Nabawi. Alhamdulillah, jarak antara hotel dan Masjid Nabawi tidak terlalu jauh, kami semua bergegas untuk melaksanakan sholat Isya di sana. Kami berjalan bersama rombongan, tapi sampai di pintu masuk rombongan laki-laki dan perempuan terpisah. Kaum perempuan masuk di pintu Gate 25.

Suasana di dalam masjid Nabawi sangat indah dan megah. Pilar-pilar tinggi dan desain setengah kurva bernuansa abu-abu, kuning, putih, dan emas mendominasi arsitektur masjid. Di sudut dan sekitarnya banyak dijumpai rak-rak berisikan Al Qur’an hibah dari para jamaah. Tampak para jamaah membawa botol minum untuk mengisinya dengan air zam-zam di galon-galon yang tersedia di sana.

Kami mengambil tempat untuk bersiap-siap sholat berjamaah. Selesai sholat spontan kami mengambil telepon selular untuk berpoto di dalam sekitaran Masjid Nabawi. Mungkin karena itu adalah pengalaman pertama kali ke sana sehingga tak ingin melewatkan setiap moment yang ingin diabadikan dalam bentuk poto.

Rasanya sudah larut malam dan kami bersiap-siap pulang ke hotel. Namun, bukannya bergegas pulang kami malah melanjutkan berpoto di luar masjid. Kamipun mengambil berbagai sudut masjid dan tak sadar saya dan seorang teman saya telah terpisah dari rombongan.

Malam telah larut dan rombongan ternyata sudah tidak berada di sekitaran masjid. Kami berdua pun tidak tahu arah jalan pulang karena sewaktu berangkat tadi kami cuek saja tidak memperhatikan. Kami berdua bingung, lantas keluar area masjid dan berputar-putar di sekitaran jalan berharap mendapatkan petunjuk arah pulang namun nampaknya sia-sia saja. Kami bolak-balik antara jalan dan masjid berharap menemukan seseorang yang dikenal atau yang bisa ditanyakan. Namun tampaknya lengang saja. Malam semakin dingin, tiba-tiba masuk sms dari teman sekamar saya menanyakan keberadaan kami yang tidak kunjung pulang. Duh, kartu telepon selular saya tidak mendukung jaringan sms di sini karena saya tidak membeli paket kartu selular untuk keluar negeri ataupun kartu selular Arab Saudi begitupun dengan teman saya itu. Saya pun mengobrak-abrik tas saya berharap menemukan sesuatu untuk mendapatkan petunjuk. Alhamdulillah di tas saya ada kartu nama hotel tempat kami menginap. Saya pun bingung bertanya kepada siapa karena jalanan cukup sepi juga. Akhirnya saya bertanya kepada penjual seorang wanita arab, tapi sayangnya saya tidak mengerti ucapannya. Masih ditengah kebingungan kami bertemu dengan seorang ibu asal Indonesia, kami ikut saja dia ke hotel tempatnya menginap. Di depan meja receptionist ada penjaga seorang pria arab, kami langsung mengutarakan bahwa kami tersesat. Dia bilang “trouble”, kemudian memanggil seseorang yang duduk di ruang tunggu depan untuk mengantarkan kami ke hotel tempat kami menginap. Alhamdulillah wa syukurillah akhirnya kami selamat malam itu.

Di dalam kamar hotel teman saya itu menanyakan kami karena tak kunjung pulang atau memberikan kabar. Kami merasa sangat lelah sekali, akhirnya perjuangan kami malam itu membuahkan hasil. Alhamdulillah Allah masih sayang mau menolong hambanya yang lemah ini.

Nabawi, pesonamu tak pernah pudar
Seumpama cahaya yang menaungi relung jiwa
Cahaya yang terajut menjadi sebuah rindu

Rindu ingin kembali sujud dan bermunajat cinta dengan Sang Maha Cinta
Semoga Dia menjawab doa ku untuk bisa kembali ke sana
Melepas rindu..

TAGS
RELATED POSTS

LEAVE A COMMENT

WULAN KURNIA
Indonesia

Hi! Saya seorang pengajar yang menyukai dunia belajar mengajar dan jalan-jalan. Menemukan tempat-tempat yang menarik untuk dikunjungi dan menuliskannya. Siapa tahu bisa bermanfaat untuk orang lain.